@office
PT. Panel Asri Perkasa adalah perusahan yang menerimaku pertama kali setelah lulus dari D3 Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan. Dan alhamdulillah sampai saat ini, aku masih bertahan di Perusahaan ini mudah-mudahan bisa bertahan lama, maybe sampai aku menikah ntar,, hehehehee amiiiinnnn.
Saat pekerjaan telah selesai atau lagi senggang menunggu kerjaan, boleh dong narsis dulu.....
Inget banget tuch tanggal 30
September 2012, karena rayuan maut temen kerja akhirnya aku ikut dech Seminar
dari @muhammadassad yang judul nya Sedekah Makes You Rich. Padahal, aku tuch
paling males ama yang namanya seminar. Gak penting banget gitu loh, pikir aku.
Acara diadain jam sembilan teng. Tapi, karena kebiasaan masyarakat Medan,
sebenernya masyarakat Indonesia juga. Kalo di undang jam 9.00 wib, maka pasti
dari rumah jam segitu, ato baru mandi jam segitu alias ngaret. Dan celakanya
aku seperti itu sejak berada di Medan (jangan ditiru yah, sekarang aku udah
mulai berubah kok), habisnya orang-orang disini(re:Medan) gitu sech, nggak
pernah tepat waktu. Jadi ngikut dech, kebiasan mereka. (dongkol karena aku
selalu yang pertama datang, dan selalu menunggu).
Aku udah memperkirakan jarak rumah
dan hotel tempat seminar, yah karena hari libur jadi aku perhitungkan kurang
lebih 30 menit sampe tempat tujuan. You know, aku sebenernya kagak tahu loh,
dimana alamat hotel tempat seminar itu, tapi yah malu bertanya sesat dijalan
istilahnya, jadi tanya sopir dong biar kagak nyasar. Dan aku nyampe nggak
terlalu terlambat banget, pas jam sembilan lewat beberapa menit aja. Itu pun
acara belum dimulai, spanduk belum terpasang, peserta masih banyak yang belum
datang, dan aku nggak mau komentar tentang itu. Karena, aku pernah beberapa
kali menjadi panitia dan aku tahu hal beginian itu terjadi karena ada yang ”miss” diantara panitia.
Ternyata acaranya seru abis, dan aku
bener-bener belajar tentang arti sedekah. Sebelumnya, aku baca juga bukanya si
pembicara kebetulan yang aku baca Notes From Qatar 2, jadi nggak terlalu kosong
pikiran aku menerima pemaparan si Pembicara, yaitu @Muhammadassad. Dan alhamdulillah
nya lagi, nyambung apa yang udah aku baca dengan yang dia jelaskan. Haha secara
dia penulisnya, hehehee...
Berikut isi seminar yang kemaren aku
ikuti: (sorry,
nggak dijelasin banget Cuma garis besarnya aja, kalo mau tau lebih dalam lagi,
baca bukunya aja. Di Gramedia banyak kok...hehehe....)
1.
Konsep
Rezeki (dijamin, digantung, dijanjikan)
2.
Arti sedekah
or Giving (life is about giving)
3.
Lima tipe
manusia (di analogikan dengan jari-jemari; –self-family-surrounding-nation-world=kelingking-manis-tengah-telunjuk-jemppol
4.
Makna
sedekah -Ã matematika sedekah
5.
Manfaat
sedekah
6.
Sedekah
Jariyah
Aku
percaya mengenai balasan dari sedekah itu. Apalagi, penjelasannya mudah banget
di mengerti, karena si pembicara juga ahli sedekah, Insya Allah. Apalagi ditunjang
dengan Hadist dan ayat Al-Qur’an, jadi aku bertambah yakin kalo Allah SWT pasti
membalas apa yang kita sedekahkan, asal ikhlas dan yakin bahwa Allah akan
membalasnya sebesar 10 kali lipat(min) dan 700 kali lipat (maks). Dari situ
juga aku paham mengenai matematika
sedekah yaitu 10-1=19(min) dan 10-1=709 (maks).
Pulang
dari situ, jujur yah aku berasa menjadi pribadi yang baru, dan banyak hal yang
pengen aku lakuin demi mendapat ridho Allah. Aku berasa punya energi positif
yang besar untuk selalu melakukan kebaikan dan menjadi lebih istiqomah, aminnn.
Dan alhamdulillah nya, energi itu masih terasa sampai sekarang, mudah-mudahan
energi itu selalu ada yah. Aminnnnn
Sekitar
sebulan yang lalu, aku mencoba melakukan apa itu yang dinamakan sedekah,
walaupun aku percaya bahwa balasan Allah itu benar adanya dan kita tak pernah
tau dari mana jalannya. Mungkin penasaran aja kali yah, tapi insya Allah
sedekah yang aku kasih kemarin itu ikhlas Lilahi Ta’ala. Dan aku niatkan untuk
sesuatu hal, sebenarnya sech kalo dari perhitungan matematika sedekah, apa yang
aku sedekahkan itu kurang dari apa yang aku inginkan (balasannya dari Allah).
Tapi, karena itu yang aku punya jadi yah segitu dulu yang aku kasih, namanya
juga masih permulaan.
Minggu
pertama aku jadi rajin sholat malam, dhuha, ama baca Al Qur’an( padahal sejak
di Medan, aku jadi jarang banget baca Qur’an), perubahan dalam keseharian dan
tentu saja rajin bekerja. Dalam hati, masih kepikiran, mana neyh balasan sedekah
itu? Tapi yah, selalu aku kasih sugesti yang positif ke pribadi kalo balasan
Allah itu nyata, dan mungkin bukan sekarang. Minggu kedua dan ketiga berakhir,
idem sama minggu pertama. (Jadi kayak ngarep yah gwe? Emang hehehe...#jujur). Tapi
tetep yakin sama Allah, walaupun pernah
terbersit gitu aja dari mana yah datangnya?. Tapi Allah selalu banyak ide dan
cara untuk membuat hambanya kaget. Dan Allah benar-benar membuat aku kaget,
Good Job.
Dan
di Minggu keempat ini, Allah benar-benar telah menepati janjinya dengan
membalas apa yang aku keluarkan (sedekah) sebesar 10 kali lipat bahkan lebih. Dan
balasan Allah itu tidak saja berupa materi, tapi juga hal-hal lain yang sangat aku
syukuri, diantaranya (maaf bukan sombong yah) kesehatan, keselamatan dan
kemudahan dalam melaksanakan segala urusan. Alhamdulillah banget kan.
Dan
sekarang aku 1000% percaya balasan dari sedekah itu benar. Sekarang malah selalu
ingin terus bersedekah, jadi niru dech kebiasaan si Assad bikin kotak kecil di
kamar buat ngumpulin sedekah yang bisa kita ambil setelah seminggu ato sebulan
an. Sedekah Makse You Rich? Buktiin aja kalo nggak percaya mah.
Acara
ini udah aku ketahui sejak beberapa hari menjadi anggota NFQ(Notes From Qatar)
walaupun secara tidak resmi. Hehe, tidak resmi karena aku belum menyerahkan
formulir pendaftaran yang seharusnya diisi oleh anggota, tapi udah gabung di
Group NFQ Medan. Teman satu kantorku pun rencana datang, jadi yah barengan dech
karena aku orangnya kan buta arah. Dan jujur aja, aku nggak tahu alamat yang
dijadikan base camp NFQ Medan ini.
NFQ
merupakan suatu kumpulan orang-orang yang ingin selalu berguna bagi orang lain.
Karena sebaik-baiknya manusia itu berguna bagi manusia lainnya. NFQ Medan
sendiri diperkenalkan tanggal 29 September 2012 pada acara Seminar yang
diadakan di Hotel Garuda Plaza Medan dengan tema Sedekah Makes You Rich, dengan
Pembicara Muhammad Assad, M.Sc yaitu chairman dari NFQ Group.
Minggu
pagi, aku udah sibuk dengan kerjaan rumah yang biasa aku lakuin tiap hari
Minggu yaitu beres-beres rumah. Dan alhamdulillah nya, semua pekerjaan beres
tepat pada waktunya sehingga aku bisa melenggang tenang ketika meninggalkan
rumah menuju base camp yang telah di tetapkan oleh Group karena semua pekerjaan
rumah telah selesai di kerjakan.
Dandan
cantik? Nggak juga biasa aja, baju biasa, rok dan jilbab biasa. Jam satu teng
aku udah menelusuri gang untuk menggapai angkot yang berada di depan gang masuk. Perasaanku waktu
meninggalkan rumah adalah tenang, selain karena semua pekerjaan telah selesai
adalah karena aku bakaln nemuin teman-teman baru yang mudah-mudahan bisa
membuat kita deket. Deket disini adalah deket nyambung dalam berbicara dan bisa
menganggap mereka seperti a big family. Angkot kuning bernomor 80, mengantarkan
aku ke angkot yang lain, dan perjalanan panjang pun di mulai.
Jalan
Pasar I ujung Gang Merpati no 9 Ring Road (seberang resto Iga Bakar). Tapi setelah
perjuangan besar dengan berjalan kaki cukup membuat aku berkeringant. Dan
akhirnya basecamp itu tercapai juga. Alhamdulillah sampe juga di tempat yang
kami tuju. Lucunya ketika salah seorang temanku menawar ongkos Becak Motor
(Betor) untuk tujuan Jalan Merpati dari Simpang Pasar 1, si Bapak penarik Betor
malah bingung nentuin tarif katanya, terlalu dekat jadi Bapak bingung berapa
ongkosnya. Dan akhirnya kami kagak jadi naek tuch betor, karena ketemu dua
orang teman lagi yang sama anggota NFQ juga. Akhirnya kami berjalan kaki menuju
basecamp NFQ Medan.
Perkenalan
singkat antara anggota telah selesai, dan diskusi pun berlanjut dengan agenda
pertemuan yang lainnya di Bulan November 2012. Dan rencana-rencana kerja
lainnya, serta pemaparan singkat mengenai NFQ Medan.
Jalan
Pasar I ujung Gang Merpati no 9 Ring Road (seberang resto Iga Bakar). Tapi setelah
perjuangan besar dengan berjalan kaki cukup membuat aku berkeringant. Dan
akhirnya basecamp itu tercapai juga. Alhamdulillah sampe juga di tempat yang
kami tuju. Lucunya ketika salah seorang temanku menawar ongkos Becak Motor
(Betor) untuk tujuan Jalan Merpati dari Simpang Pasar 1, si Bapak penarik Betor
malah bingung nentuin tarif katanya, "terlalu dekat jadi Bapak bingung berapa
ongkosnya-hadeuh-". Dan akhirnya kami kagak jadi naek tuch betor, karena ketemu dua
orang teman lagi yang sama anggota NFQ juga. Akhirnya kami berjalan kaki menuju
basecamp NFQ Medan.
![]() |
| Suasana diskusi |
Rasanya
pulang kampung itu, hmmm wonderfull banget, amazing dan nggak bisa dilukiskan
‘ama kata-kata. Secara ‘udah lima tahun nggak pulang itu kan sesuatu banget
kalo kata Syahrini mah. Jadinya ketika bisa menginjakkan kaki di kampung
halaman itu fantastik banget rasanya. Bukan tidak beralasan untuk nggak pulang
selama itu, apalagi ngalahin Bang Toyib dengan nggak pulang selama lima tahun
dan empat kali lebaran, Bang Toyib aja tiga kali puasa tiga kali lebaran,
hahaha...*LebayModeOn
Yah, alhamdulillah tahun ini , aku
bisa pulang ke tanah air tanah Pasundan negeri Parahiyangan, hadeuh si Rinrin
mulai lebay lagi dech. Hehehe..
Sebenernya sech acara pulang kampung ini aku lakuin bulan Agustus kemaren, tapi
karena kesibukan dengan kerjaan (halah, sok sibuk dasar si Rinrin ini) jadi
bisa di posting sekarang acara jalan-jalannya.
Rencana pulang kampungnya sendiri
udah aku targetkan sejak memasuki bulan kedua di tahun 2012 ini. Kemudian rajin searching tiket banding-bandingin
harga, merasa belum cocok dengan harga, jadinya nggak aku ambil tiket-tiket
yang lumayan murah itu, bukannya sombong Cuma harapan itu kan selalu ada, untuk
mendapatkan tiket yang lebih murah dari itu. Dan menjadi serius dengan
pencarian tiket di bulan ketiga akhir tahun 2012. Tiap buka facebook dan koprol (saat koprol
belum ditutup) aku pasti nanya kesemua orang tentang harga tiket murah
Medan-Jakarta. Ada beberapa yang ngasih inpoh, tapi karena mereka bantu
setengah-setengah jadinya, buntu dech. Sampe akhirnya ada seorang temen dari
komunitas KOMIC yaitu salah satu komunitas anak muda di Kota Medan yang
terbentuk saat koprol berjaya di masanya. Dia ngenalin aku ke salah satu
temannya yang ternyata aku kenal juga, karena dia adalah anak KOMIC, sama
seperti aku. Walaupun aku tidak aktif ikut kegiatan dan acara mereka seperti
yang lainnya, tapi dia cukup baik untuk bantuin aku.
Banyak tertolong dech sama dia (aka
@Rago) karena dia ngasih inpoh-inpoh tentang harga tiket sampe aku dapet yang
sesuai dengan aku. Padahal kalo diliat-liat harganya hampir sama dengan harga
tiket yang ‘udah aku liat di awal Bulan Februari kemaren. Yah sudahlah, ambil
aja, daripada harganya naik lagi.
Berita tentang kepulangan aku ke
Cianjur tersebar dengan cepat ke seantero kantor, secara kantornya kecil dengan
beberapa orang karyawan saja, maklum aja kantorku kan Cuma kantor cabang, jadi
masih sedikit orangnya, apalagi kantor cabangnya itu baru berdiri kurang-lebih
satu tahunan. Aku kan salah satu pegawai awalnya hehehe jadi kebersamaan,
kekeluargaan itu masih terasa kental banget di sini.
Diawali dengan ngobrol ringan di
siang hari antara aku dan Kak Wieke, saat itu lagi nunggu jajanan datang.
Biasalah, kalo hari Jumat siang-siang itu kan “Hari Jajan Regional”à kami bikin sendiri sech namanya,
hihihi. Apalagi, kantor kami kan deket tuch ama Mesjid Jami, dan setiap hari
Jumat, selalu banyak yang jualan, dari
makanan, majalah, baju, minyak wangi wah banyak dech.
Kak Wieke tertarik buat ikut aku ke
Bandung, padahal rumahku kan di Cianjur dia malah mau ke Bandung, yah biar bisa
jalan-jalan juga kali yah, lumayan libur panjang. Lagipula, temenku itu nggak
ada acara di Lebaran itu,jadi mau aja ketika aku ajak ke Bandung. Dan Bandung
we’re coming, inilah cerita kami ketika di Bandung
Lebaran kedua, Kak Wieke datang ke
Jakarta dan langsung tembak ke Bandung. Sedang aku terjebak macet, sehingga
tidak bisa menemui Kak Wieke dengan segera. Biasa, jalur buka tutup di beberapa
jalan membuat aku mematung di jalanan selama kurang lebih dua jam-an. Jadi aku
urungkan niatku, akhirnya aku pulang ke rumah. Padahal rencananya hari itu,
setelah menemani keluargaku jalan-jalan di TMII-Jakart, aku nggak ikut pulang
bareng keluargaku ke Cianjur tapi langsung berangkat ke Bandung, apalagi Kak Wieke
udah nyampe di Bandung. Tapi apa daya, masih di Bogor udah kena tutup polisi
jalanannya.
Dan bus nya baru berjalan ketika jam
menunjukkan pukul setengah sepuluh malem, keluargaku cemas, Kak Wieke juga,
ditambah lagi temenku Kang Bagus udah
nelpon dan mengetahui aku mau datang ke Bandung malam itu juga. Pokonya riweuh
dech semua, akhirnya aku putusin buat pulang aja ke Cianjur, bayangin aja kalo
aku lanjutin ke Bandung, jam dua pagi perkiraan si sopir aku nyampe Bandung.
Mana mau dioper lagi ke bus yang lain, karena ternyata yang mau ke Bandung itu
Cuma aku seorang ama satu lagi cowok. Gile aja, kalo aku lanjut ke Bandung
sendirian malem-malem, bahaya banget kan?. Apalagi, aku perhatiin si sopir
ama kernetnya udah sibuk aja, nelpon-nelpon temennya yang bakal bergerak ke
Bandung, karena bus yang aku tumpangin nggak ke Bandung kalo penumpangnya
sedikit, yah rugi lah.
Jam duabelas malem, aku nyampe
rumah. Alhamdulillahnya Allah masih melindungi aku. Malam itu juga, Kakang
(read; temenku di Bandung) telpon, tanya aku jadi nggak ke Bandungnya, aku
bilang kalo malam ini aku gagal ke Bandung, karena terjebak macet di Bogor.
Bandung beneran seru abis, prinsip
aku dan Kak Wieke adalah, ayo kita jelajahi Bandung sebelum balik ke Medan dan
menyesal nggak singgah di tempat yang mau kita tuju. Hore, alhasil hari pertama
di Bandung aku nyasar. Ini baru awal, ketika aku mau ketemu sama Kak Wieke yang
udah duluan nyampe Bandung. Setelah
menemukan temen backpackeran hati jadi agak tenang, karena merasa nggak sendirian
lagi, kalo nyasar lagi, yah nyasar bareng-bareng dech Hehehe
Lanjut, ke second plan yaitu
ngehubungi temen aku yaitu Kang Bagus
buat minjem kosan nya dia selama di Bandung. Maklum back packer sejati itu
harus bisa manfaatin segala yang bisa dimanfaatin, halah lebay dech lo rin.
Ketemuan singkat di CiWalk akhirnya mengantarkan kami ke kosan temanku itu.
Thanks God tempatnya nyaman banget buat kami, apalagi gretongan gile hehehe.
Tempat kos temenku itu, sebenernya
kos cowok, berhubung lebaran jadi pada pulang kampung dech penghuninya, nah si
Kang Bagus ini karena harus kerja jadinya dia
berada di kosan itu. Tapi, selama duo back packer menguasai rumah kosan
itu, jadi maaf-maaf yah, si Kakang kami usir, secara bukan muhrim kan dia.
Lagian dia pun ngerti kok, kalau kami nggak bisa tinggal satu atap, walaupun
banyak kamar kosong. Akhirnya, Kang Bagus numpang di rumah temennya, yang masih
daerah situ juga.
Dan di mulailah petualangankan kami
di Bandung. Seru banget, ngelilingin Cihampelas, Jalan-jalan di Bandung, Dago,
Bandung Plaza, Lembang dan lain-lain. Secara aku nggak tahu nama tempat nya ,
yang jelas kami senang udah bisa jalan di kota Bandung nan sejuk plus macet
juga dech, yang bikin ongkos taxi kita lumayan. Tapi nggak melulu taxi loh,
soalnya ongkos angkotnya murah banget Cuma Rp 2.000.- perak aja.
Bayangin aja cuy, aku nyasar di
Bandung sampe lima kali. Hehehe Bareng Kak Wieke empat kali, terus pertama kali
nyampe kan aku nyasar juga. Tapi kalo nggak nyasar, nggak seru kalee.
Jalan-jalan itu selalu nyenengin loh, apalagi back packeran. Seru abis dech..
Hmmm, rencana buat nikmatin sudut-sudut kecil, salah satu kota di Indonesia
masih ada loh di benakku. Rencana Bali, tapi nggak tahu juga, mungkin Jogja.
Oh, iya guys kalo ada info kota keren kasih tahu yah, apalagi kalau kamu mau
nawarin tumpangan hehehe.... Welcome banget buat yang mau back packeran bareng.


.png)
