Sebut Saja Sebuah Perjalananku Nge-Blog M-Aku mengenal dunia blogging atau yang biasa disebut Blogosphere dari seorang sahabat. Awalnya sangat sulit memahami apa itu blog, apalagi kamu hanya berkutat dengan pikiranmu sendiri. Bisa dibayangkan bukan, aku hanya bisa bertukar ide dengan pikiranku sendiri. Setelah mencari tahu dan mendapatkan sedikit pencerahan mengenai blog beberapa orang blogger, akhirnya aku berhasil membuat sebuah blog dengan alamat domain yang aku sesuaikan dengan akun Twitter. Sekarang aku tahu bahwa ternyata memberi nama blog ataupun akun itu dianjurkan sama, untuk Personal Branding begitu mereka menyebutnya.
| Saat menjadi anggota BMC |
| Acara Kudis di Sebuah Cafe |
Enam tahun lalu, aku adalah seorang mahasiswi akhir di salah satu universitas negeri di Kota Medan. Sambil menyambi membuat TA (Tugas Akhir) aku membantu pamanku menjadi operator warnet atau bisa juga disebut tukang jaga warnet. Ini adalah kesempatan sangat besar bagi aku yang sedang menyusun TA, apalagi aku memiliki akses internet tanpa batas untuk mencari bahan tugas akhir tersebut. Dan tentu saja, aku juga mulai berusaha membuat postingan untuk pertama kalinya.
Menurut sahabatku, buatlah tulisan apapun yang kamu inginkan di blog. Saat itu aku masih belum menangkap jelas, makna dari kata menulis apapun. Panutanku dalam blogging saat itu adalah blog sahabatku, aku tidak mengenal narablog lainnya hanya dia. Jadi, aku menganggap blog miliknya adalah blog yang paling kece, paling “badai”. Selain itu, blog miliknya paling bagus, paling menarik dan paling banyak komentarnya. Pokoknya his blog was number one! Waduh, dulu itu aku beneran nge-fans berat sama blog (dia). I don’t really know nge-fans sama blog-nya atau orangnya, hihihi...
Di depan komputer aku menghabiskan banyak waktu untuk melamun, sambil memikirkan tulisan seperti apa yang akan aku buat untuk pertama kalinya? Yang pasti harus amazing, perfect dan harus dikomentar oleh dia (#eh). Apakah aku membuat tulisan seperti dia?, sepertinya mudah, pikirku.
Sahabatku itu memiliki personal blog, jadi kejadian sehari-hari yang dia alami dia tuangkan ke dalam blognya. Seperti kejadian di saat pulang ke kampung halamannya atau saat dia mencoba bereksperimen membuat makanan di rumah kontrakannya, atau kejadian-kejadian lucu dia bersama teman-teman mainnya. Wah, sepertinya menyenangkan bisa merangkum semua kejadian dalam sebuah tulisan singkat yang dapat dimengerti orang lain.
Teman-teman, kalian tahu apa postingan pertamaku? Sungguh memalukan, aku memposting sebuah salinan artikel di Majalah Arsitektur. Dan, tentu saja beberapa hari setelah posting, aku merasa tidak puas karena artikel tersebut bukan hasil dari tulisanku sendiri. Dan aku menghapusnya. Aku membencinya! ini benar-benar memalukan!
Teman-teman, kalian tahu aku menyalin hampir secara detail, bahkan aku memasukkan gambar yang sama seperti di majalah. Kini, aku menyadari bahwa kita tidak bisa begitu saja menyalin tulisan orang lain, bila ingin menyalin pun harus menggunakan kata-kata kita sendiri dan tidak lupa mencantumkan sumbernya.
Beberapa bulan berlalu, aku mulai memahami sedikit mengenai aturan dalam blogging, bagaimana cara menulis, bagaimana cara menggambil gambar orang, atau berkomentar. Selain itu, bila kita ingin mendapatkan pengunjung yang melimpah, kita juga harus melakukan hal-hal tertentu, seperti mengunjungi blog yang lain atau dikenal dengan blogwalking, memperbaiki tampilan blog atau template, personal branding dan konsisten menulis.
![]() |
| Durian Blog M Perdana |
Bertambahnya pengetahuan dalam blogging tidak lepas dari bantuan teman-teman blogger senusantara. Dari berbagai sharing dan diskusi, aku mulai belajar mengenai blog dan hal-hal lainnya. Hal ini tentu tidak akan bisa aku dapatkan bila tidak mengenal atau bergabung dengan komunitas blog, Blog M salah satunya.
Pada suatu hari, seorang sahabat mengajakku untuk ikut sebuah pertemuan yang diadakan oleh sebuah komunitas blog. Atau bisa juga disebut pertemuan antar blogger. Hehehe, anggap saat itu aku sudah jadi blogger kece, sehingga mendapat ajakan yang pada akhirnya pertemuan kecil ini membawa perubahan yang besar dalam proses blogging aku. Acara tersebut kalau tidak salah (#berarti benar) diadakan oleh sebuah Komuntas Blog yang merupakan cabang dari komunitas blog di Jakarta yaitu, Jamban Blogger. Ternyata yang datang ke acara tersebut tidak hanya anak-anak Jamban tapi juga komunitas blog yang lain, seperti Kancut dan BMC (Blogger Medan Community), dan kalau nggak salah ada dari blogger sumut dan blogger pelajar juga saat itu. Aku lupa, tujuan diadakannya meet and greet waktu itu apa? Tapi, yang jelas pertemuan kami tersebut mengenalkan aku ke beberapa orang Blogger Medan yang merupakan cikal bakal pengurus Blog M.
Beberapa kali bertemu dengan teman-teman seperti Rudi, Yoga, dan Dewi, Sabda dan lain-lain, menggiring aku memasuki komunitas blog yang berbasis di Kota Medan. Awalnya aku pikir bakalan susah mencari sesama blogger di Kota Medan, ternyata tidak. Bahkan beberapa dari mereka sudah aku kenal terlebih dahulu, seperti owner dari BMC sendiri, kita sudah saling mengenal di acara bertemakan kopi, dan aku mendapat undangan dari beliau untuk menghadiri acara bertemakan kopi tersebut.
Bertemu orang-orang baru, obrolan baru tentang blog dan satu hal yang “mengena” banget adalah blog itu postingannya jangan melulu mengenai lomba, karena orang pasti bosan atau tidak suka. Dan kenapa ngena banget? Karena saat itu aku sedang mengikuti beberapa lomba blog. Ya, bad newsnya adalah setiap kali aku mengikuti lomba blog, dan tidak pernah menang (#hiks hiks). Adapun hadiah-hadiah yang aku dapat, aku dapatkan dari para blogger yang sedang membuat kuis, giveaway ataupun mungkin karena kasihan.
Jadi, menurut saran si owner BMC tersebut adalah, boleh kita mengikuti lomba blog asalkan tidak terlalu rapat postingannya antara lomba blog yang satu dengan lomba blog yang lainnya. Di pertemuan-pertemuan berikutnya aku sudah menduduki jabatan sebagai pengurus BMC bersama teman-teman yang lain.
Menghadiri undangan dan mengikuti event menjadi hobi baru kami. Selain memperkenalkan komunitas blogger di Kota Medan, aku mengambil hikmah positif dari setiap kegiatan, yaitu ada bahan untuk diposting, berkenalan dengan teman baru, mendapatkan ilmu, dan saling mendukung antar komunitas di Kota Medan.
Perbedaan pendapat antara owner BMC dan beberapa anggotanya, menyebabkan beberapa orang blogger menyatakan diri keluar dan mendirikan komunitas baru yang dinamakan Blog M, salah satunya adalah aku. Di sinilah, aku kembali menimba ilmu mengenai blogging dari berbagai narasumber yang dihadirkan dalam acara rutin bulanan yaitu Durian (Diskusi Ringan Anak Medan).
Berbeda pendapat itu biasa dalam sebuah perkumpulan, semoga hal ini tidak merenggangkan silaturahmi diantara kita, karena kita sama, sama-sama ingin memajukkan Kota Medan melalui blog dan memasyarakatkan blog. Kenapa melalui tulisan? karena kita tidak abadi tapi tulisan kita bisa abadi. Melalui tulisan, sebenarnya kita sedang menyusun riwayat hidup kita sendiri, dan melalui tulisan juga kita mau dikenang sebagai “apa” oleh keturunan-keturunan kita nanti.
Tidak disangka, Blog M sudah menapaki usia yang ke-3 tahun, di tanggal 2 Februari 2018 ini. Aku tahu tidak mudah untuk mempertahankan hingga sekarang. Butuh pengorbanan dan kerja kerjas dari semua pihak. Jadi, supaya Blog M bisa terus hadir dan eksis, dibutuhkan kekompakan dan kerja sama tim yang solid, sehingga visi misi dari komunitas ini bisa tercapai.
Selamat ulang tahun yang ketiga untuk Blog M, semoga orang-orang di dalamnya semakin solid, tetap membumi, hangat dan selalu nyaman seperti rumah. Terima kasih telah menerimaku menjadi bagian dari keluarga besar Blog M bergabung dengan orang-orang hebat. Love you…

.png)
