Pembebasan Lahan Penghambat Penyelenggaraan Jalan

6:42 AM

Pengembangan suatu kawasan pemukiman atau kawasan pertanian menjadi suatu ruang publik seperti bandara, kantor pemerintahan, gedung olah raga dan lain sebagainya mau tidak mau melibatkan masyarakat yang berada di daerah tersebut.

Dan kejadian yang paling banyak terjadi adalah lambatnya pembebasan lahan di sekitar lokasi pembangunan antara warga sekitar dengan penyelenggara proyek pembangunan.

Kebanyakan hal ini dikarenakan pembayaran kompensasi yang diterima tidak sesuai dengan keinginan warga sehingga penyelenggaraan pembangunan menjadi tersendat bahkan terbengkalai atau ada juga yang terhenti tanpa kepastian.

Padahal manfaat dari penyelenggaraan pembangunan tersebut bagi masyarakat sangatlah banyak. Salah satunya mewujudkan pemerataan pembangunan dan keseimbangan dalam pembangunan wilayah, juga meningkatkan efisien pelayanan jasa distribusi guna menunjang peningkatan pertumbuan ekonomi terutama di wilayah yang sudah tinggi tingkat  perkembangannya. 

Selain berpengaruh pada tanah di sekitar pembangunan, banyak juga tanah warga yang direncakan untuk jalan menuju lokasi pembangunan juga menerima dampak dari pembangunan tersebut. Dan selalu saja ada hambatan seperti penolakan dari warga pemilik lahan yang tidak mau memberikan tanahnya dengan harga yang ditawarkan oleh penyelenggara.

Jalan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mendistribusikan suatu kebutuhan ataupun menjadi penghubung antara dua tempat atau lebih dalam perpindahan barang dan jasa yang akan berdampak pada perubahan ekonomi setempat. Sehingga bisa disebut juga menjadi salah satu faktor penting dalam pemerataan pembangunan. 

Bandara Polonia

Seperti halnya ketika Bandara Polonia di Medan di pindahkan ke Bandara Kualanamu di Deli Serdang. Pembangungan bandara yang memakan waktu sangat alot tersebut juga mengalami berbagai kendala salah satunya penolakan dari warga yang tanahnya berada di lokasi pembangunan bandara dan tanah warga yang bakalan dijadikan jalan dari dan menuju bandara, seperti untuk jalan kereta api dan jalan tol serta jalan arteri menuju bandara.

Jalan Arteri menuju KNIA 

KNIA (Kuala Namu International Airport) akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia 70 tahun. Bandara yang dibangun pada areal bekas perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTN) II Tanjung Morawa ini berlokasi di Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Dan digunakan perdana pada tanggal 25 Juli 2013 lalu, ternyata terhambat pada pembebasan lahan untuk peyelenggaraan jalan arteri yang belum terselesaikan.

Dari data yang ada, sejak tahun 1994 hingga Juni 2006 baru 1.650 hektar lahan yang telah diselesaikan. Dan baru November 2006 Angkasa Pura II telah menyelesaikan seluruh pembebasan lahan tersebut, menurut keterangan dari wakil Angkasa Pura II Medan.

Kemudian saat ditinjau oleh Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto dan Komisi V DPR RI, terungkap masih ada 1,17 % akses jalan menuju bandara yang belum dibebaskan lahannya.

Menurut Armand Effendi Pohan-Kepala Dinas Bina Marga Sumatera Utara, dari 339.734 meter persegi jalan arteri menuju bandara, masih ada 4.706 meter persegi jalan yang belum selesai pembebasan lahannya.

Karena jalan merupakan akses yang sangat penting bagi mobilisasi barang dan jasa sehingga jalan menjadi salah satu faktor penting dalam pemerataan pembangunan. Jika banyak warga yang tidak memberikan lahannya untuk mendukung pembangunan tersebut maka akan merugikan penyelenggara pembangunan, pemerintah dan akan merugikan warga setempat secara tidak langsung.

Karena peran yang sangat vital inilah, maka pembebasan lahan penyelenggaraan jalan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dengan hadirnya peraturan otonomi daerah. Begitu  juga dengan bandara KNIA, pembebasan lahan yang terjadi diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Daerah.

Dalam penyelenggaraan jalan tersebut ternyata peran masyarakat sangat penting bagi pembangunan. Jika mereka tidak memberikan lahannya, maka pembangunan tidak akan terlaksana dengan segera. Dan pihak penyelenggara juga harus memperhatikan hak-hak pemilik lahan dengan memberikan kompensasi yang pantas, sehingga kedua belah pihak sama-sama diuntungkan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang Perang Masyarakat dalam Penyelenggaraan Jalan bisa dilihat di sini. 

Penyelenggaraan pembangunan berpengaruh pada pengembangan wilayah dan pemerataan pembangunan. Ketika di suatu tempat sudah padat oleh pembangunan maka diperlukan lokasi baru yang lebih lapang untuk menunjang segala macam kegiatan, dan membuka lahan baru untuk diolah dan dibangun secara tidak langsung menjadikan daerah tersebut mendapatkan hak yang sama  dalam pemerataan pembangunan.

Seperti Bandara Medan yang di pindah tersebut, maka daerah yang di percaya dijadikan lokasi bandara menjadi sedikit terangkat martabatnya, karena akan ada keuntungan-keuntungan lain yang diperoleh oleh masyarakat sekitar, diantaranya harga tanah bisa meningkat.


You Might Also Like

10 comments

  1. kirain ikut giveaway lagi...
    pembebasan tanah. Memang untuk suatu perubahan pasti membutuhkan biaya yang ngga sedikit. Asal jangan ada pihak yg dirugikan aja....

    BalasHapus
  2. Btw, ini lomba juga lohh... Heee...
    Tentu, dan terkadang masyarakat tidak mau melepas tanahnya karen terkadang, pemerintah tidak memberikan kompensasi yang pantas.

    BalasHapus
  3. giveaway uwedz ya kak??? hehhe *sok tau gitu* :D

    BalasHapus
  4. Bukan say, ini lomba dari PU,,, heheehe.

    BalasHapus
  5. Tumben ada postingan yang seriusan dikit, biasanya galau mulu. Semangat Rin. Goodluck! :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaa,,,
      Semangatt
      Good luck For you too

      Hapus
  6. masalah pembebasan lahan untuk pembangunan protokol dan tata kota emang sering menimbulkan masalah, apalagi jika lahan yang mau dibebaskan itu "kota" yang sudah sibuk. asal ada kompensasi yang senilai sih oke2 aja ya, tapi pasti ada yg merugi..

    sukses ngontesnya, mbak :)

    BalasHapus
  7. Belum pernah coba landing di Polonia eh udah pindah ke Kualanamu. Pesawatku masih diservis, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sapa suruh ga ke Medan, makanya ke Medan dong biar nyobain KA bandara.

      Hapus