Kota Medan Menerapkan Tertib Lalu Lintas dari Zona Merah

10:15 AM

Meningkatnya jumlah pengguna jalan di Kota Medan menyebabkan berbagai masalah diantaranya kemacetan dan kecelakaan. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dalam berlalu lintas. Masalah lalu lintas pun terjadi semakin kompleks seiring dengan kurangnya kesadaran hukum pengendara dalam berlalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor dan becak motor.

Banyaknya kecelakaan yang terjadi pada pengendara sepeda motor dikarenakan rendahnya disiplin berkendara. Apalagi di Kota Medan sendiri, beberapa orang sering mengabaikan lampu merah, berkelompok di zebra cross, mengambil alih trotoar, melawan arus lalu lintas, belok di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan untuk belok dan lain-lain.  Hahaha, yang lucunya masyarakat Kota Medan menganggap lampu pengatur lalu lintas (traffic light) sebagai lampu hiasan taman.

Kesadaran hukum berlalu lintas adalah kondisi dimana individu memiliki kesadaran penuh terhadap hukum berlalu lintas yang telah di detapkan dengan harapan pengguna jalan dapat terkontrol dalam keadaan berlalu lintas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau terjad pelanggaran lalu lintas.

Pelanggaran Lalu Lintas yang Terjadi Kota Medan

Pelanggaran-pelanggaran berikut sering terjadi di Kota Medan, tapi tidak menutup kemungkinan “penyakit-penyakit” inipun sering terjadi di kota-kota lainnya di Indonesia.

  1. Mengemudikan kendaraan bermotor tidak dengan membawa surat-surat seperti SIM, STNK, atau bukti lainnya yang sesuai dengan peraturan yang berlaku atau mereka memilikinya tapi sudah tidak berlaku lagi alias kadaluwarsa.
  2. Banyaknya anak-anak tanggung (di bawah umur) membawa kendaraan bermotor di jalan, bahkan sampai berboncengan tiga dengan kecepatan yang tinggi.
  3. Membawa kendaraan yang tidak lengkap seperti plat kendaraan sudah kadaluwarsa atau tidak memasang plat kendaraan, tidak adanya kaca spion, lampu kendaraan mati dan lain-lain.
  4. Pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas yang ada di jalan
  5. Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tntang ukuran dan muatan yang diijinkan , cara menaikkan dan menurunkan penumpang dan cara memuat dan membongkar barang.
  6. Pelanggaran ijin trayek, jenis kendaraan yang diperbolehkan beroperasi di jalan yang ditentukan.
  7. Melakukan hal-hal yang dapat membahayakan pengguna jalan lain

Penyebab Terjadinya Pelanggaran Berlalu Lintas di Kota Medan

Banyak hal bisa menjadikan seseorang melanggar lalu lintas diantaranya rendahnya kesadaran hukum setiap pengguna jalan. Berikut hal-hal yang menjadi alasan banyaknya pengguna jalan yang melanggar hukum dalam berlalu lintas.

  1. Minimnya pengetahuan mengenai peraturan, marka dan rambu lalu lintas. Kemudian, tidak adanya keinginan untuk mencari tahu hal-hal tersebut baik dari buku atau internet. Ditambah lagi beberapa tahun belakangan ini, banyak yang menggunakan calo untuk memperoleh SIM, sehingga pemahaman berlalu lintas tidak mereka dapatkan. Walaupun saat ini, pengurusan SIM sudah tidak diperbolehkan oleh calo, tapi pemahaman mengenai peraturan berlalu linas tetap minim di masyarakat Kota Medan.
  2. Sering melihat orang-orang terdekat melanggar lalu lintas, maka hal ini akan mempengaruhi seseorang untuk melakukan hal yang sama. Misal, ketika kecil sudah sering melihat orang tuanya melanggar lalu lintas, maka saat dewasa dia akan melakukan hal yang sama seperti orang tuanya.
  3. Taat pada peraturan lalu lintas karena takut pada polisi lalu lintas. Aku sering perhatikan di setiap persimpangan lampu merah di Kota Medan, bila terlihat berdiri Bapak polisi pengatur lalu lintas maka banyak orang taat pada peraturan, misalnya tidak menerobos lampu merah, berkendara secara lengkap, berkendara sesuai jalur. Terkadang beberapa pengendara yang tidak melengkapi kendaraannya atau tidak memakai helm, maka biasanya mereka akan putar arah atau berusaha bersembunyi dari penglihatan tajam sang polisi.
  4. Sudah melekatnya istilah “Peraturan dibuat untuk dilanggar” di masyarakat Kota Medan
  5. Tidak memikirkan keselamatan diri sendiri atau orang lain ketika berkendara dengan tidak memakai sabuk pengaman, helm, berkendara tidak memakai sepatu, jaket dan lain-lain
  6. Bisa “damai” ketika melanggar peraturan lalu lintas
Image result for pelanggaran lalu lintas menerobos lalu lintas

Praktik pelanggaran lalu lintas seolah menjadi hal yang lumrah dilakukan selama tidak ada pengawasan aparat. Selain itu, praktik ‘damai’ yang sering dilakukan mengakibatkan proses hukum dari praktik pelanggaran tersebut seolah tidak memberikan efek jera. Hal ini menyebabkan pelanggaran lalu lintas seolah telah mendapat persetujuan secara sosial selama dilakukan di luar pengawasan aparat.

Namun, dibalik semua pelanggaran dan tidak patuhnya masyarakat Kota Medan ternyata masih banyak pengguna jalan yang patuh dan memiliki kesadaran dalam berlalu lintas. Buktinya Kota Medan berhasil menerima penghargaan tertinggi dalam bidang penataan transportasi di Indonesia. Akhir bulan Januari 2017, Dzulmi Eldin selaku Walikota Medan menerima Piala Wahana Tata Nugraha ( WTN) dari Menteri Perhubungan , Budi Karya Sumadi dalam Kategori Lalulintas untuk Kota Metropolitan di Merlyn Park Hotel Jakarta. 

Pemerintah Kota Medan semakin gencar menambah jumlah unit pemberhentian khusus sepeda motor di lampu merah atau biasa disebut sebagai Zona Merah. Hal ini dianggap sebagai kepedulian Pemerintah Kota Medan terhadap para pengendara sepeda motor. Selain itu, hal ini juga dianggap mengurangi kemacetan saat di lampu merah. Walaupun banyak warga kota Medan masih belum memahami tanda ini. Buktinya, kita masih sering melihat banyak kendaraan roda empat yang menempati zona merah saat menunggu lampu lalu lintas.

Padahal sosialisasi mengenai zona pemberhentian ini sudah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu. Walaupun begitu, sebagai warga Kota Medan, kita merasa bangga kalau kota Medan yang meraih penghargaan tersebut selama empat kali berturut-turut. Dan, tentu saja ada juga beberapa warga yang berfikiran negatif mengenai penghargaan ini.

Walikota Medan, Dzulmi Eldin mengatakan bahwa selama ini Polrestabes Kota Medan melalui Satlantas selalu bahu membahu dan bersinerg dengan Dinas Perhubungan dalam menata lalu lintas di Kota Medan sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jalan.

Nah, untuk memperbaiki pemikiran negatif tentang berlalu lintas dan menumbuhkan kesadaran berlalu lintas maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan , salah satunya melalui pendekatan persuasif. Penyelenggaraan program-program yang didasarkan pada teknik persuasi merupakan program jangka panjang berkesimbangunan di mana hasilnya tidak dapat dilihat seketika. Berikut beberapa contoh program penerapannya pada bidang pendidikan dan media informasi.

Jalur pendidikan

Perlunya pemahaman tentang disiplin dan etika dalam berlalu lintas, maka direncanakan suatu program untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hal tersebut melalui kurikulum pendidikan. Untuk prospek jangka panjang keselamatan jalan, tersedianya program pendidikan sangat diperlukan untuk memberikan pengetahuan dan kecakapan menyangkut hal keselamtan lalu lintas.

Pendidikan membantu menyiapkan anak-anak yang sadar akah peraturan berlalu lintas. Peran polisi juga diperlukan untuk datang ke sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan dan pendekatan kepada siswa. Ini juga bisa sedikit menghilangkan jarak antara anak-anak yang takut kepada polisi lalu lintas.

Para siswa juga didorong untuk menyebarluaskan infomasi dan pengetahuannya tentang kebiasaan berperilaku yang baik dalam berlalu lintas pada keluarga dan teman-teman bermain mereka. dengan diajarkannya dasar keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah , anak-anak dipersiapkan untuk membangung pengetahuan tentang lalu lintas dan sikap positif yang akan mendatangkan manfaat saat anak-anak telah beranjak dewasa.

 Media informasi

Kampanye dan sosialisasi keselamatan lalu lintas yang dilakukan secara rutin dan kontinyu. Tujuannya adalah mengubah sifat pengguna jalan yang tidak disiplin. Sosialisasi merupakan satu-satunya cara yang efektif untuk menyampaikan informasi pada orang-orang. Kampanye dan sosialisasi berkendaraan yang aman, saat ini menjadi berkurang, dan lebih didominasi dengan kampanye mengenai permasalah politik, gosip dan beberapa video yang menjadi viral di dunia maya.

Media yang dapat digunakan untuk kampanye dan sosialisasi berkendara yang aman  diantaranya, Instagram, Youtube, Televisi, reklame dan lain-lain.

Adanya Upaya Teknis

Hal yang paling penting yang harus dilakukan dari upaya persuasif adalah adanya tindakan secara teknis. Upaya teknis yang dimaksud yaitu berkaitan dengan upaya mengkondisikan lingkungan dalam hal ini jalan raya untuk meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Bentuk dari upaya ini yaitu perbaikan kondisi jalan, penataan jalan, pemasangan rambu dan marka jalan.

Pemahaman mengenai keselamatan berlalu lintas bukanlah tanggung jawab pemerintah kota Medan semata, tapi melibatkan individu-individu pengguna jalan. Hal ini dikarenakan adanya budaya tidak tertib yang terbentuk sebagai akibat tidak adanya penegakan hukum yang tegas serta pengawasan yang maksimal. Dan Pemerintah Kota Medan berusaha mewujudkannya secara perlahan, salah satunya dengan adanya tempat pemberhentian di lampu lalu lintas atau zona merah.

Seperti juga Kota Medan yang berupaya menerapkan tertib lalu lintas, Astra Motor yang merupakan bagian dari Astra Grup juga melakukan berbagai kegiatan edukasi untuk menularkan budaya aman berkendara dengan kampanye Indonesia Ayo Aman Berlalu Lintas yang telah dicetuskan PT Astra Internasional bersama Kepolisian Republik Indonesia. Salah satunya adalah dengan membuka Safety Riding Center di Yogjakarta dan mudah-mudahan Safety Riding Center ini pun hadir di Kota Medan, sehingga warga kota Medan akan lebih memahami bagaimana berkendara yang aman di jalanan.

Astra juga mengadakan SATU Indonesia Award dalam rangka memperingati Inspirasi 60 Tahun Asra, dimana akan dipilih lima anak bangsa atas setiap perjuangan di bidang Pendidikan, Lingkungan, Kewirausahaan, Kesehatan, Teknologi dan satu Kelomopok yang mewakili lima kategori tersebut.

Astra senantiasa mendedikasikan karyanya untuk kemajuan bangsa Indonesia, sesuai dengan salah satu butir Catur Dharma ‘Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara’. Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU Indonesia) merupakan langkah nyata dari Grup Astra untuk aktif dan berkontribusi meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia melalui karsa, cipta dan karya bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Pengetahuan dan pemahaman akan pentingnya berlalu lintas yang baik dan benar harus sesegera mungkin ditanamkan kepada seluruh warga kota Medan demi terciptanya kondisi lalu lintas yang tertib dan aman di kota Medan. meningkatnya kesadaran hukum dalam berlalu lintas memberikan dampak positif pada masing-masing individu khususnya dalam hal menjaga keselamatan jiwa.


Source:
http://medankita.id/menhub-beri-penghargaan-untuk-medan-kota-tertib-lalin-warga-main-main-kelen-ke-medan.html


http://www.academia.edu/23835257/Meningkatkan_Kesadaran_Hukum_Berlalu_Lintas._Materi_Pengabdian_Kepada_Masyarakat_di_SMA_PGRI_2_Palangkaraya

You Might Also Like

18 comments

  1. Medan kota tercinta ini memang kondisi berlalulintas masyarakatnya masih jauh ya kak dari kata tertib. tapi mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik lagi :)

    BalasHapus
  2. Kalau menurut pendapat pribadi saya, manusia sebagai makhluk sosial lebih tepat menggunakan transportasi publik ketimbang kendaraan pribadi.

    BalasHapus
  3. Wah ya? Masih dianggap lampu taman?


    Kalo di daerahku, kayaknya pada tertib. Jarang tuh ngelanggar lalu lintas. Atau akunya aja ya yg menganggapnya lumrah
    Heheheee

    BalasHapus
  4. Wah ya? Masih dianggap lampu taman?


    Kalo di daerahku, kayaknya pada tertib. Jarang tuh ngelanggar lalu lintas. Atau akunya aja ya yg menganggapnya lumrah
    Heheheee

    BalasHapus
  5. MashaAllah...
    Sebenarnya kalau ada peraturan dan disosialisasikan dengan baik, tidak ada yang tidak mungkin yaa...

    Terbukti pelanggaran lalu lintas itu adalah habit.

    Jika dibiasakan kebaikan, maka buahnya bisa dinikmati di tahun-tahun berikutnya. Seperti dapat penghargaan di bidang penataan transportasi di Indonesia.


    Maju terus Indonesia.

    BalasHapus
  6. Hmmm.. menarik juga nih melihat bagaimana permasalahan lalu lintas yang terjadi, enggak hanya di Medan saja melainkan di kota2 lainnya. Menurutku sih perlu dilakukan adanya piket berlalu lintas serta ya semacam org yg fungsinya ngingetin, like kader gitu lah.

    BalasHapus
  7. Ia, aku setuju kalau pengetahuan dan pemahaman tentang berlalu lintas yg baik harus segera ditanamkan di Medan. Eh tapi baiknya ditanamkan ke seluruh Indonesia

    BalasHapus
  8. Harus di sosialisasikan nih masalah zona merah supaya para pengendara bisa mengetahui betapa pentingnya rambu lalu lintas dan keamanan berkendara

    BalasHapus
  9. Medan selayaknya Jakarta ya, aku cukup deh dengan kemacetannya Jakarta. Ampun. Rasanya mau dirumah aja tiap hari. Wkkwkwkw.

    BalasHapus
  10. Dimana mana masalah lalin itu nyaris sama ya
    Apalagi Medan sebagai kota besar
    Di kota sy aja sekarang ini makin rame kendaraan khususnya yg roda2
    Harus sabar dan patuhi aturan di Jalan raya jika msh selamat

    BalasHapus
  11. Perihal "damai" ini emang meresahkan sih. Apalagi aku pernah dengar cerita dari seorang teman soal beberapa kali pengalamannya ditilang. Karena merasa bisa "damai" dengan mudah, kedua pihak baik polantas maupun pengendara jadi sewenang-wenang. Di kasus temenku, polantas nilang tanpa alasan yang jelas. Damainya pakai apa? Minta beliin nasi dong di warteg, katanya belum makan. Di kasus lain yang dialami teman yang sama bahkan lebih parah, polantasnya minta "damai" dengan minta nomor perempuan buat anuan. BAH!

    Btw, itu seriusan lampu lalu lintas dianggap lampu taman? :(

    BalasHapus
  12. Banyaknya pelanggaran yang terjadi di Medan ini apakah juga berimbas pada peningkatan angka kecelakaan di lalu lintas, ya mbak? Kalau iya, alangkah lebih powerfull jika artikelmu menyertakan statistik itu. Hehehe.. Masukan aja sih. Btw, kujadi mau nyicip jalanan di Medan. Kok kayaknya hardcore sekali. Wkwkw

    BalasHapus
  13. Semoga kota yg tertib berlalu lintas enggak cuma Medan aja. Suka kesel kalo liat orang naik motor di atas trotoar. Hishh...

    BalasHapus
  14. Ngomong2 zona merah utk motor, wah sama nih kayak yang di Bandung ya, ada juga :)

    Ngomong2 yg melanggar aturan ukuran dan muatan, jd inget pernah nonton video di pesbuk, ttg truk yg muatannya tinggiiiiii bgt, ehh, akhirnya karena berat, sang supir ga bs ngendaliin deh, apalagi pas belokan :-/

    BalasHapus
  15. Medan gak beda dengan Jakarta ya, kalau sudah macet bisa sampai lepek (basah oleh keringat)


    ditambah lagi pembangunan yang sepertinya gak kelar2...makin nambah baca.



    Semoga medan lekas berubah, menjadi wajah kota yang ramah

    BalasHapus
  16. Jadi ini PT Astra menggandeng kepolisian lalu linta sutk tertib berkendara di Medan gtu ya?
    Sepertinya AStra jg sdh menggandeng bbrp polantas di kota2 lain jg ya kalau gak salah?
    Emang sih msh banyak pengendara yg blm disiplin, moga lebih bvaik dengan program2 seperti PT Astra lakukan TFS

    BalasHapus
  17. Penyebab berlalu lontas gak pernah kelar-kelar disebabkan orangtua (waktu kecilnya) diperlihatkan cara melanggar lalu lintas dgan selmat. Anak kecil hari ini adalah orangtua yg aan datang. Dan diapun skrg sifah sering menyaksikan cara melanggar lalu lintas dgn selamat.

    BalasHapus
  18. Aku pikir bisa kok ini diterapkan. Medan itu metropolitan kayak Jakarta jadi memang harus banyak aturan untuk kemaslahatan bersama. Karena Medan multietnik multiagama multiras. Melting potnya sumatera di Medan.

    BalasHapus