Kenalan Sama Acen dan Jalan Pendaki Yukkkk!

2:09 PM

“Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra bersama teman bertualang…”

Masih ingatkah kalian dengan lirik lagu Ninja Hattori di atas? Jadi teringat zaman dulu yah, hehee. Lagu di atas bakalan kamu rasakan secara langsung saat mendaki gunung. Hmm, udara segar, langit biru, dedaunan yang hijau dan di barengi canda tawa teman-teman tersayang.

Hayoo, siapa yang sudah pernah mendaki gunung? Kalau aku belum pernah, karena aku takut ketinggian. Aku suka manjat, karena manjat itu hanya melihat ke atas, dan aku bisa untuk tidak melihat ke bawah. Tapi, pas turun nggak sanggup. Harus ada orang yang bener-bener kuat buat aku pegang. Tangan kamu misalnya, eh (*curhat..*kode)


Baiklah, sesuai dengan lagu Ninja Hattori di atas, celeblog kita di bulan ini( yang seharusnya di bulan Januari) adalah seorang cowok yang hobi mendaki. Mari kita kenalan dengan mas-mas pendaki ini. 
Kenalan Sama Acen dan Jalan Pendaki Yukkkk!
Pose memukau dari Mas Acen
Yupp, dia adalah Mas Acen Trisusanto! Pasti kamu sudah kenal dan sudah pernah berkunjung ke blog-nya yaitu jalanpendaki.com. Setiap kali membaca blog-nya Mas Acen, aku selalu lupa kembali saking asyiknya. Bahasanya juga simple dan mudah dimengerti. Terkadang ada cerita lucu dan gokil serta tidak jarang pula dia curhat, hehehe.

Kemarin juga Mas Acen baru aja membuat sebuah video yang bisa disaksikan di Youtube, dan video ini tidak jauh-jauh dari hobinya tersebut, mendaki. Video ini bekerja sama dengan temannya Mas Acen. Jujur, waktu kemarin ngobrol sama Mas-mas satu ini, aku tidak menyiapkan pertanyaan khusus. Karena aku yakin, biasanya pertanyaan itu bakalan muncul dari jawaban pertanyaan sebelumnya. But, in the real interview, kalau kalian lihat muka aku secara langsung, kayaknya aku bakalan bengong kayak kodok yang nunggu lalat lewat buat aku makan. Tau kenapa? Karena semua pertanyaan yang aku ajukan, jawabannya telah tersedia semua di blog yang diberi nama jalanpendaki.com tersebut. Hmmm (*cemberut kesel). Disitu kadang aku merasa sedih. Hiks hiks hiks. Buntu loh, beneran langsung mandek saat itu juga.

Saat itu aku cuma baca beberapa postingan aja,  jadi belum benar-benar mengenal si Mas Acen ini. Dan, setelah berkunjung malah betah, hehee. Daripada tidak ada hasil sedikit pun maka wawancara si Mas Pendaki ini bakalan aku tulis, seadanya sesuai dengan yang aku dapat. Walaupun di sela-sela kesibukan malam dia yang begitu padat, dari nge-gym, menulis, kumpul komunitas, meeting sampai beberapa kali ditinggal tidur. (walaupun ada sekali, aku yang ketiduran duluan, hihi). Berikut hasil wawancara sederhana itu;

Rin:     Holla, Mas Acen! Sejak kapan mulai tertarik dengan mendaki gunung?
Acen:   Sejak SMA, tapi baru mulai mendaki sejak 2011
Rin:     Kenapa Mas Acen suka mendaki, kira-kira apa yang Mas Acen dapat dari mendaki?
Acen:   Kenapa suka ya, Hmm… soalnya mendaki itu bukan kegiatan yang bisa ditemukan sehari-hari. Istilahnya, untuk escape dari kehidupan sehari-hari. Dan mendaki itu bikin ketagihan
Rin:     Ketagihan seperti drug yah, hehehe?
Acen:   Tul, hahahaa
Rin:     Gunung pertama yang Mas Acen daki?
Acen:   Gunung Merbabu
Rin:     Ceritain dong, kisah lucu, sedih atau mistis saat mendaki!
Acen:   Wah, ada semua di blog kalau mau cerita mah. Tinggal milih, ceritanya panjang sih, hahaha (*ini kesel level paling rendah)
Rin:     Hmmm, nah kalau tips berbusana untuk mendaki gimana Mas Acen?
Acen:   Ada juga semua, hahaha (*kesel levelnya bertambah satu baris)
Rin:     Cerita dong Mas Acen, awal mula tertarik dengan mendaki?
Acen:   Dulu tertarik mendaki sewaktu SMA. Karena suka nginep-nginep di luar kayak Persami, dan lain-lain. Tapi nggak boleh mendaki sama orang tua. Jadi Cuma ikut PKS, OSIS, organisasi yang ada nginep-nginepnya.
Rin:     Kenapa dilarang mendaki sama orang tuanya, Mas Acen? Apakah orang tuanya Mas Acen itu over protective banget yah sama anaknya?
Acen:   Gak ada uang. Hahahaa.. karena ternyata mendaki itu mahal. Sama takut anaknya mati di bunuh. (*hihihi…)
Rin:     Mendaki ternyata membutuhkan banyak biaya yah Mas Acen?
Acen:   Tentu, peralatannya mahal, akomodasinya juga tetek bengeknya. Tiket gunungnya sih nggak seberapa.
Rin:     Udah berapa banyak gunung yang sudah Mas Acen daki?
Acen:   Baru dikit, mungkin sekiar lima belasan gunung saja. Pun baru gunung-gunung di Pulau Jawa saja
Rin:     Jadi, sudah berapa tahun lamanya Mas Acen jadi pendaki, hihihi?
Acen:   Baru empat tahun keleus.. Dari tahun 2011
Rin:     Ada rencana untuk mendaki gunung-gunung di luar Pulau Jawa, Mas?
Acen:   Pasti, sudah di planning
Rin:     Kalau ke Medan harus mampir yah..
Acen:   Hahaha, kapan-kapan mampir ke Medan
Rin:     Bahas komunitasnya yah sekarang. Yaitu Jalan Pendaki. Btw, kapan komunitas ini lahir, siapa pencetus dan kenapa komunitas ini harus ada?
Acen:   Berdiri tanggal 6 Juni 2014. Pencetusnya pembaca. Waktu itu dia bilang, kenapa nggak dibikin komunitas aja, Bang? Gue bilang belum pede. Buat komunitas apa juga, mana ada yang mau join komunitas nggak jelas. Eh, seminggu setelah dibentuk, langsung full grup.
Rin:     Belum pede aja udah full yang join, bagaimana kalau pede yah Mas Acen. Hehee
Acen:   Lengkapnya boleh baca di sini. Yang intinya sih, grup ini dari pembaca, inisiatif pembaca. Bukan gue pribadi, hahaa
Rin:     Mas Acen jadi ketuanya?
Acen:   No, ketua adalah pencetusnya. Aku dewan penasehat. Intinya jadi ada struktur organisasi, jadi komunitas jalan sendiri tanpa mesti ada gue. Asli. If you read that one, you will ask me question yang nggak terjawab di blog. Why, are you so lazy membaca laaa (*jleb yang dalam banget, huuhhh brb buka blognya)
Rin:     Nah, karena semua pertanyaan aku ada di blog jawabannya, maka kalau aku tanya syarat masuk komunitas Jalan Pendaki (Japen) pasti ada di blog juga kan?
Acen:   Ada. Tapi syarat masuk mah, masuk aja. Hahaha. Daftar WhatsApp. Syaratnya Cuma follow , like and masuk grup Japen di Facebook. Lalu mengirim pesan ke WhatsApp di nomor yang tertera. Daftar.
Rin:     Nah, kalau sudah daftar, terus mereka wajib ikut mendaki bareng nggak yah, Mas?
Acen:   Kita selalu ada kopdar besar tiap bulan, jadi bisa memilih ikut bulan mana, akomodasi tanggung sendiri tentunya. Kita sih grup asyik-asyikan. Nggak pernah mendaki bareng malahan.
Rin:     Ada rencana membuat Komunitas Japen di daerah-daerah lain nggak nih, misal Kota Medan gitu?
Acen:   Nggak sih, anak-anak yang mikir. I mean, mau bercabang-cabang juga silahkan. Tapi, yah anak di sananya yang bikin, lalu report ke pusat. Misal, kamu bikin Japen Regional Kota Medan, yah ada struktur ada anggota, jadi bisa kopdar sama regional-regional lain. Itu sih, tapi saat ini belum ada belum kepikiran. Ribet, hahaha…
Rin:     Ribet pasti sih, Mas. Denger-denger mau buat majalah juga yah? Pasti tentang mendaki
Acen:   Yes, Kurang lebih, tapi nggak boleh ah. Teaser namanya. Biarkan itu menjadi rahasia.
Rin:     Hmm, kapan rencananya mau lauching?
Acen:   April. Kalau tepat waktu, hahaha…

Kenalan Sama Acen dan Jalan Pendaki Yukkkk!
Salah satu aksi Mas Acen
Waaahh, sudah panjang aja yah, tulisannya. Hmm mudah-mudahan ada yang mau membaca semuanya sampai habis. Karena sebagian dari kita selalu membaca cepat, awal tengah dan akhir. Selesai dalam beberapa menit.

Terima kasih Mas Acen sudah diperbolehkan untuk nanya-nanya. Walaupun tulisan ini, bukan seperti rencana awal, hehehe. Tapi, senang bisa dibuat sebuah tulisan. Sukses selalu untuk Mas Acen dan Jalan Pendaki.

Eh, Mas Acen takut ketinggian loh, pas ditanya kok bisa seorang pendaki gunung, mendaki tempat tinggi, tapi takut ketinggian. Hmmm, jawaban simple dari Mas Acen adalah karena Acen juga manusia. Hehehe.. iya dehhhh

Setiap orang memiliki ketakutan masing-masing, ‘kan. Nah, biar nggak bertambah panjang lagi, bagi teman-teman yang ingin mengenal Mas Acen dan Komunitas Japen lebih dekat lagi, bisa langsung tanya ke Mas Acen dan komunitasnya, atau bisa juga bertanya  di segmen baru di blog Jalan Pendaki: PM (private message) Klik di sini. 

Selamat Mendaki teman-teman!

You Might Also Like

4 comments

  1. "pasti kamu udah kenal sama mas acen kan? jalan pendiaki.com?" belum kak, belum kenal, aku baru kenal disini, itu pun kaka yang kenalin, wahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah, sabda nggak gaul banget sih.. hahaha...

      Hapus
  2. salah satu blog favorit saya, keren banget lah jalan pendaki udah terkenal di seantero nusantara, hihi

    BalasHapus