Ketakutan = Pilihan=Pikiranmu

12:35 AM

Malam ini, aku termenung lama menikmati setiap kata yang terucap dari bibir seksi itu, menilai mengenai sebuah pemikiran yang aku pikir dia tepat sekali. Benar dengan pemikiran dan kata-kata tersebut.

Setiap orang pasti memiliki ketakutannya sendiri, aku tidak terkecuali. Namun, ketakutan itu menjadi berlebihan ketika kita menjadi dewasa. Aku rasa ini tepat sekali, apalagi ketika aku mengetahui bahwa aku sudah bukan gadis kecil berusia tujuh atau delapan tahun lagi. Aku sudah menginjak usia dewasa, dan karena kedewasaan itu, aku menjadi terlalu paranoid. Aku terlalu khawatir mengenai semua hal. Walaupun itu tidak secara keseluruhan.

Ambil contoh adalah ketika aku harus melewati perjalanan yang panjang menuju rumah setelah menonton konser Sheila On Seven kemarin. (baca disini). Aku telah paham bahwa mereka akan tampil ketika jarum jam menunjukkan jam sepuluh malam. Dan selalu begitu, dari berbagai konser yang aku ikuti di Kota Medan ini. Aku terlalu berani untuk mengambil keputusan, yah aku akan menonton sampai habis, aku seorang wanita tangguh. Buktinya beberapa bulan lalu aku berhasil sampai ke rumah tepat di jam dua belas malam sendirian dengan menggunakan angkutan umum.

Hari itu, aku merasa aku terlalu mengambil resiko dengan pulang sendirian malam hari dari. Kenapa aku tidak menjadi anak baik, yang pulang ke rumah setelah semua aktivitas rutin itu selesai?

Pada akhirnya aku mengambil resiko dengan mengambil keputusan itu. Menonton Sheila On Seven. Saat pulang tiba, aku tahu aku merasa tidak aman untuk berada di jalanan dini hari yang sepi. Aku memikirkan ketakutan itu sehingga aku merasa takut. Dan ketika aku merasa berani dengan diri sendiri, maka keberanian itu muncul begitu saja.

Ketakutan itu merupakan sebuah pilihan dari apa yang telah kita pikirkan, sedangkan bahaya adalah sebuah hal lain yang harus kita hadapi. Yang dapat aku hadapi ketika merasa takut dan merasa dalam bahaya adalah selalu berdoa semoga Allah SWT, melindungi kita.

Ketakutan itu pun terjadi saat kita sedang bermimpi atau mengkhayalkan mengenai sebuah impian, dan ketakutan itu mucul sebelum impian itu terwujud. Ketakutanmu bisa menghancurkan impianmu.

Sejak kecil aku tidak pernah lepas dari orang tuaku. Semua hal dan kemana pun aku usahakan bersama mereka. Bersama orang-orang yang aku kenal, sehingga aku merasa nyaman berada di dekat mereka. Tapi, hal itu tidak membuatku mandiri dan dewasa.

Aku memimpikan sebuah impian yang hanya bisa aku raih, kalau aku meninggalkan rumah. Aku ingin mengunjungi Kota Medan. Kota kelahiran ayahku tersayang. Impian itu terasa nyata ketika aku bisa mengantar ayahku mengunjungi kota kelahirannya, Medan. Kalian tahu, sekarang aku sudah menetap di Kota Medan selama delapan tahun di Bulan Juni nanti. Saat, ayahku memutuskan bahwa kunjungan keluarganya telah selesai, aku tetap di Kota Medan. Meraih impian yang lain. Aku adalah orang yang tidak pernah lepas dari pengawasan orang tuaku, akhirnya memutuskan untuk menjauh dari mereka, tinggal bersama keluarga yang aku tak pernah ingat siapa mereka dengan kultur dan budaya yang berbeda. Mereka terasa asing bagiku begitu juga dengan kota ini. Tapi, aku masih berdiri di sini dengan kokoh. Walaupun aku tidak pungkiri, tangisan, canda tawa dan haru terkadang menyelimuti.

Tanpa sadar aku melawan ketakutan itu, aku yakin pada diriku sendiri aku bisa, maka aku BISA. Ketakutan itu hanya ada dalam pikiran kita, hanya kepercayaan pada diri kita sendiri bahwa kita mampu maka, hal itu akan terjadi pada kita. Seperti saat kita kecil, selalu meraih impian yang terkadang itu tidak nyata dan mustahil untuk kita raih.


Nonton yukk.. semoga tulisan ini bisa sedikit membuka hati kita. Ammiin.

You Might Also Like

2 comments

  1. cerita pengalaman hidup ya sis,ceritanya bagus dan mudah di mengerti,

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagian yah, Hmmm. What about you?

      Hapus